Budaya Ketabahan
Orang yang benar – benar tabah adalah yang memiliki pola pikir bahwa mereka akan selalu menang, bahwa ada sesuatu yang ingin mereka buktikan. Orang tabah tidak akan membirakan kemunduran menahan mereka, tidak akan membiarkan diri mereka dihalangi oleh tantangan dan rintangan, dan sikap seperti itulah yang disebut ketabahan. Bila kita ingin lebih tabah, maka carilah budaya tabah dan bergabunglah dengan budaya itu. Bila kita seorang pemimpin, dan ingin agar orang – orang dalam organisasi menjadi lebih tabah, maka ciptakanlah budaya tabah.
Ada cara sulit untuk mendapatkan ketabahan dan ada cara yang mudah. Cara yang sulit adalah melakukan sendiri. Sedangkan cara yang mudah adalah menyesuaikan diri, karena bila kita dikelilingi orang – orang tabah, maka kita akan bertindak lebih tabah. Identitas mempunyai relevansi khusus dengan ketabahan, karena keputusan untuk tabah atau tidak dibuat oleh kita. Sehingga, sumber kekuatan kita adalah mengenali diri sendiri.
Ketabahan dalam Bahasa Finlandia adalah sisu. Sisu ini merupakan gabungan antara untuk kegagahan dan keberanian, kegarangan dari keuletan, kemampuan untuk terus bertempur saat kebanyakan orang akan menyerah, bertempur dengan tekad untuk menang. Ada dua pelajaran yang dapat diambil dari sisu :
1. Menganggap diri sebagai seorang yang mampu mengatasi kesulitan besar kerap menyebabkan memiliki perilaku yang mengukuhkan kebenaran konsepsi diri tersebut.
2. Meskipun gagasan tentang sumber energi batin tidaklah masuk akal, perumpaan ini sangat tepat.
Dalam bab ini ada sebuah terjemahan dari puisi Roosevelt yang dilakukan oleh Jamie; miliki tekad kuat dalam segala hal yang anda lakukan. Tunjukan kebulatan tekad, daya tahan, dan keuletan. Jangan membiarkan kemunduran sesaat menjadi alasan permanaen. Terakhir gunakan kesalahan dan masalah sebagai peluang untuk menjadi lebih baik, bukan alasan untuk menyerah.
Komentar
Posting Komentar