Kesimpulan


Apa yang kita capai dalam kehidupan sangat tergantung pada ketabahan kita, hasrat dan kegigihan kita untuk mencapai cita – cita jangka panjang. Kita bisa menumbuhkan ketabahan, dengan dua acara. Pertama, sendirian, dengan menumbuhkan ketabahan dari dalam ke luar, dengan menumpuk minat. Kedua, menumbuhkan ketabahan dari luar kedalam, mengembangkan ketabahan pribadi sangat tergantung pada orang lain.

Kebahagian dan kesuksesan saling berkaitan, namun tidak identik. Semakin tabah seseorang, semakin besar kemungkinan orang itu untuk menikmati kehidupan emosional yang sehat. Menyelesaikan apa pun yang sudah dimulai tanpa kecuali adalah cara yang baik untuk melewatkan kesempatan dalam memulai hal – hal berbeda yang mungkin lebih baik.

Ketabahan bukan salah satunya aspek terpenting dari karakter seseorang, ketabahan bukanlah segalanya. Ada banyak hal yang dibutuhkan seseorang untuk tumbuh dan berkembang. Dalam menilai ketabahan serta kebajikan lainnya, saya menemukan tiga gugus yang dapat diandalkan yaitu, dimensi antar diri, antar orang, dan intelektual dari karakter. Kita bisa menyebutnya sebagai kekuatan kehendak, hati, dan pikiran.

Karakter antar diri mencakup ketabahan. Gugus kebajikan ini juga mencakup kendali diri, terutama karena hubungannya dengan kemampuan untuk menahan godaan. Karekter antar orang mencakup rasa syukur, kecerdasan sosial, dan kendali diri terhadap emosi seperti amarah. Kebajikan ini membantu kita tetap akur dengan orang lain. Karakter intelektual mencakup kebajikan seperti rasa ingin tahu dan animo. Ini mendorong keterlibatan aktif dan terbuka terhadap dunia gagasan.

Untuk menjadi tabah berari harus berpegang kuat pada cita – cita yang menarik dan bertujuan. Menjadi tabah berarti kita berinvestasi, pada latihan yang menantang. Menjadi tabah berarti bila kita jatuh tujuh kali, kita harus bangkit delapan kali.

Komentar