Ketabahan Tumbuh
Kita memperoleh ketabahan salah satunya dari DNA. Gen, pengalaman, dan interaksi membuat kita menjadi diri sendiri. Sifat manusia dipengaruhi oleh gen dan pengalaman. Gen dan pengalaman akan berpengaruh pada sifat manusia seperti kejujuran, kemurahan hati, dan ketabahan. Bakat dalam berbagai variasi pun dipengaruhi juga oleh gen, tetapi tidak sepenuhnya bakat genetis karena pada tingkat apa pun kita membangkitkan keterampilan merupakan fungsi dari gen dan pengalaman.
Pembawaan maupun pengasuhan mempunyai peranan dalam menentukan hal – hal seperti bakat dan ketabahan. Ketabahan, bakat, dan semua sifat psikologis lain yang relevan dengan kesuksesan dalam hidup dipengaruhi oleh gen dan juga pengalaman serta tidak ada gen tunggal untuk ketabahan atau sifat psikologis lainnya. Lingkungan tempat tumbuh menjadi dewasa adalah hal yang benar – benar penting. Selain itu kita mengembangkan kapasitas hasrat jangka panjang dan kegigihan kita seiring dengan pertambahan usia.
Perubahan kepribadian lebih merupakan fungsi dari pengalaman hidup. alasan kita berubah adalah karena kita belajar yang tidak kita ketahui sebelumnya. Yang berubah adalah keadaan kita, saat usia bertambah, kita terdorong ke situasi baru dan sering kali situasi itu mengharuskan kita bertindak secara berbeda dari biasanya. Kita berubah jika kita perlu berubah , kebutuhan adalah induk dari adaptasi. Ketabahan kita berubah sebagai fungsi era kultural tempat kita tumbuh dewasa, dan juga ada yang menyebutkan bahwa semakin dewasa maka kita semamin tabah.
Manusia memiliki empat asset psikologis yang merupakan kesamaan yang dimiliki teladan ketabahan yang dewasa, yaitu :
1. Minat, Hasrat bermula dari hakikat menikmati apa yang dilakukan
2. Kapasitas untuk berlatih, satu bentuk kegigihan adalah kedisiplinan harian untuk melakukan segala sesuatu dengan lebih baik daripada kemarin.
3. Tujuan, yang mematangkan Hasrat adalah keyakinan bahwa pekerjaan penting
4. Harapan, harapan merupakan kegigihan untuk bangkit
Empat aspek ini akan memberikan kebiasaan disiplin, mengolah kesadaran akan tujuan dan makna, dan bisa mengajari diri untuk berharap.
Komentar
Posting Komentar