Lapangan Bermain Untuk Ketabahan


Ketabahan dapat ditingkatkan melalui kegiatan ekstrakulikuler yang terstruktur, seperti balet, piano, biola, sepakbola, dan lain sebagainya. Kegiatan ekstrakulikuler mempunyai dua ciri yang sulit ditiru dalam lingkup berbeda, seperti ada orang dewasa yang mengawasi, mendukung, dan menuntut. Kedua, kegiatan ini dirancang untuk memupuk minat, latihan, tujuan, dan harapan.

Anak – anak akan berkembang bila mereka mengahabiskan sebagian dari waktu mereka melakukan hal – hal sulit yang mereka minati. Anak – anak yang terlibat dalam ekstrakulikuler berprestasi lebih baik dalam semua ukuran yang berlaku umum, seperti mendapatkan nilai yang lebih baik, mempunyai harga diri, kecil kemungkinannya untuk menimbulkan masalah, dan sebagainya. Manfaat ekstrakulikuler jangka panjang adalah mempunyai efek terhadap kesuksesan pada usia dewasa.

Untuk mendapatkan kemajuan bagi anak atau siswa bisa dengan mendaftarkan diri untuk suatu kegiatan, mendaftarkan diri lagi setahun kemudian, dan selama masa itu akan mengalami kemajuan. Dengan ekstrakulikuler akan menjadi lebih efektif dalam menghasilkan kemajuan akademis. Tumbuh menjadi dewasa membutuhkan ketabahan, dan pada waktu yang sama mengembangkannya.

Dengan latihan, kerja keras dapat dipelajari, hubungan antara kerja keras dan imbalan pun bisa dipelajari. Tanpa merasakan langsung hubungan antara upaya dan imbalan, makhluk hidup akan tetap berada dalam keadaan malas. Bila kita bekerja keras, kita akan mendapatkan imbalan. Bila tidak bekerja keras, kita tidak akan mendapat imbalan.

Semua orang harus melakukan hal sulit. Hal sulit adalah sesuatu yang membutuhkan latihan terencana setiap hari. Aturan Hal Sulit, kita boleh berhenti, tapi tidak boleh berhenti sampai musim berakhir. Kita tidak boleh berhenti pada hari yang buruk. Selain itu, kita boleh memilih hal sulit dan kita bisa berkomitmen pada sekurangnya satu kegiatan, entah itu sesuatu yang baru, sekurangnya dua tahun. Aturan hal sulit ini, bisa dilakukan oleh orangtua yang ingin mendorong ketabahan tanpa menyelapkan kapasitas  anak – anak mereka untuk memilih jalan mereka sendiri.


 


Komentar