Pengasuhan Untuk Ketabahan

Pengasuhan yang dilakukan cinta yang kuat, dapat dilaksanakan melalui pengasuhan mendukung dan pengasuhan menuntut, keduanya dapat dipakai. Dengan cinta yang kuat, pengasuhan bisa dilakukan dengan bersikap tegas, tapi penuh dengan cinta. Atau pun pengasuhan yang dilakukan dengan penuh cinta, tapi tegas juga.

Dalam mengasuh anak ada dua rangkaian, yang pertama adalah pengasuhan yang dilakukan dengan cara menuntut dan mendukung, istilah teknis adalah pengasuhan berwiba atau pengasuhan bijaksana. Karena dengan pengasuhan seperti ini orang tua mampu menilai dengan tepat kebutuhan psikologis anak, mereka menyadari bahwa anak membutuhkan cinta, keterbatasan, keleluasaan untuk mencapai potensi. Wewenang mereka didasarkan pada pengetahuan dan kearifan mereka, bukan pada kekuasaan.

Pada kuadran lain terdapat tiga gaya pengasuhan anak, termasuk pengasuhan yang dilakukan dengan tidak menuntut dan tidak mendukung yang dimana orangtua membesarkan anak dengan cara yang lalai. Kelalai dalam mengasuh anak dapat menciptakan emosional yang berbahaya. Orangtua otoriter bersikap menuntut dan tidak mendukung ini sesuai untuk memperkuat karakter anak. Orangtua yang terbuka sebaliknya, bersifat mendukung dan tidak menuntut.

Pengasuhan yang dilakukan dengan dukungan, respek, dan standar tinggi memiliki banyak manfaat, pengasuhan yang bijaksana mendorong anak – anak untuk meniru orangtua mereka. Pengasuhan yang dilakukan dengan bijak secara psikologis bisa membawa perbedaan besar dalam kehidupan anak.


 


Komentar