Setabah Apakah Anda ?
Ketabahan adalah lebih tentang daya tahan daripada integrasi. Ketabahan adalah tentang mengerjakan hal yang sangat dipedulikan sehingga bersedia untuk tetap setia pada hal tersebut. Ketabahan kita sekarang mungkin berbeda dengan ketabahan di masa lalu. Ketabahan memiliki dua komponen yaitu Hasrat dan Kegigihan. Bila kita melakukan perhitungan skala ketabahan, jika mendaptkan skor tertinggi untuk hasrat, kemungkinan akan mendapatkan juga skor tertinggi untuk kegigihan. Namun skor kegigihan sering kali lebih tinggi dari pada skor hasrat, ini merupakan tanda bahwa hasrat dan kegigihan bukanlah hal yang sama.
Hasrat itu bagaikan kompas, yang membutuhkan waktu untuk dibangun, diotak – atik, sampai menunjukan arah yang tepat, lalu akan memandu dalam mencapai tujuan. Sebagai manusai kita harus memiliki falsafah. Karena falsafah yang jelas dan terjabarkan dengan baik akan memberi pedoman dan batasan yang menjaga agar tidak keluar jalur. Dalam falsafah berhubungan dengan hierarki cita – cita.
Hasrat bukan saja mempunyai sesuatu yang dipedulikan, yang dimaksudkan adalah bahwa kita peduli dengan cita – cita yang sama itu secara kekal, setia, dan mantap. Ketabahan adalah tentang mempertahankan cita – cita level puncak yang sama selama jangka waktu yang sangat panjang. Kurangnya ketabahan bisa disebabkan oleh struktur cita – cita yang kurang jelas. Lebih jelasnya, semakin menyatu, selaras, dan terkoordinasi hierarki, cita – cita akan semakin baik.
Semakin kuat cita – cita yang menjadi bagian dari hierarki cita – cita maka akan semakin terfokus Hhsrat kita. Jika kita melihat cita – cita diatur dalam hierarki kita akan menyadari bahwa ketabahan sama sekali bukan bersikeras mengejar cita – cita dengan segala cara, karena tidak semuanya akan memberikan hasil.
Kecerdasan tinggi tapi bukan yang tertinggi jika dikombinaskan dengan kegigihan tertinggi akan mencapai keunggulan yang lebih besar daripada tingkat kecerdasan tertinggi dengan kegigihan yang kurang.
Komentar
Posting Komentar